Selasa, 25 Maret 2014

I'm "Flegmatis"

Senin, 24 maret 2014. Pagi hari…

Duh. Kesel banget gua pas dibilangin ada training lagi. Kan harusnya libur panjang. Gua kan pengen tidur. Anak TC memang full program.

Alhasil gua pergi juga ke Pare Corner(salah satu tempat makan and tempat belajar di bawah naungan Global English yang tersohor di Pare, kampong inggris), mengikuti titah Mr. Agus, meneger Global English.

Sampai di sana, seperti biasa, sambil menunggu kelas dimulai gua nyari tempat untuk PW (Posisi Wenak). Sementara member TC yang lain busy with theirs own business, gua keluarin buku grammar A-Z nya Nous Team (biasanya gua cari tempat untuk bersandar and kemudian memejamkan mata). Tapi setelah 2 minggu jadi member TC, gue merasa iri banget ama temen-temen yang berusaha mengimprove kemampuan bahasa inggris mereka. Salut pokoknya ngeliat mereka pada giat banget belajar (sebenarnya gua baru nemuin itu buku di box-nya Miss Siti, jadi gua pinjam aja untuk nambah-nambah ilmu). 

Setelah 10 menit berlalu, Mr. Agus menginstrusikan kami untuk masuk kelas. Beliau membuka kelas dengan gaya khasnya… kalem dan tenang (sebenarnya gua baru sekali bertemu dan berbincang dengan beliau, yaitu saat teken kontrak TC). And itu kesan pertama yang gua rasakan.

We wonder what will be taught by him. Ternyata… hanya test kepribadian bro! (jadi merasa rugi udah bernegative thinking, hehehe).

Testnya  mengasikkan. Kami hanya perlu memilih salah satu statement dari masing-masing soal yang terdiri dari 40 soal. Caranya sederhana, hanya mengingat-ingat kelakuan dan kepribadian kita saat masih anak-anak.

Hasilnya “gua flegmatis!” yaitu kepribadian yang cinta damai, cuek bebek, ga mau repot, penengah yang baik, tapi sering kali tidak bisa menentukan tujuan hidup. Bener-bener gue banget deh!

Berdasarkan… (gua lupa siapa) ada 4 jenis characters: sanguine (keras kepala dan tidak bisa diatur, penghibur yang baik, kekanak-kanakan, dan cepat merasa bosan akan segala sesuatu), kolaris (berjiwa pemimpin, arogan, emosional, bersemangat, dan sangat sulit untuk dinasehati atau diarahkan), melankolis (perfeksionis, teliti dan teratur dalam menjalani hidup, sangat kreatif, tapi sangat mudah putus asa dan depresi), dan terakhir “flegmatis”.

Through this test, kami jadi mengerti karakter kami masing-masing. Tentunya akan sangat bermanfaat bagi kami untuk menjalin hubungan dan pengelolaan organisasi yang lebih baik ke depannya sebagai satu keluarga besar dan tim yang baik.

So… “What time is it?” “It’s time to change!!!” “Better English for brighter future.” “Yess… we can!!!” Sesuai banget ama slogan Global English pokoknya.

Sabtu, 22 Maret 2014

TC oh TC





Pernah kepikiran bepergian dengan modal nekad? Beh! Pasti pernah! Berarti kita sama. Emang bener deh ungkapan yang mengatakan “dunia hanya milik orang-orang yang berani”, tapi jujur aja gua lupa kapan and dimana gua pernah baca ne kalimat.

Bermula dari rasa jenuh berkutat dengan pekerjaan yang ga ada habis-habisnya, iseng-iseng gua buka situs kampong inggris yang udah tersohor sampai ke seluruh pelosok negeri. Maka sejarah baru hidup gua pun dimulai. Gua berkenalan dengan TC, scholarship program-nya  Global English. Dan memaksa diri gua yang belum pernah melalang buana sampe ke pulau jawa, nekad angkat kaki dari hometown tercinta.

Setelah minta izin ortu  (via telpon karena gua ga tinggal ma mereka berdua) gua pesan tiket ke Surabaya dengan harga selangit (mendadak soalnya) and mengepak barang gua yang hanya 3 setel pakaian aja (ne anak ga niat pergi kali). Perjalanan aneh bin ajaib akhirnya gua lakonin juga.

Karena gua dapat jadwal penerbangan jam 6.00 pagi, gua memutuskan untuk berangkat ke bandara Sultan Thaha Syifudin pada malam hari. Jadi gua minta tolong kakak ipar untuk mengantar ke sana. Normalnya, perjalanan dari rumah kontrakan gua ke airport memakan waktu 4-5 jam perjalanan dengan menggunakan jasa mobil travel. Tapi ini di luar normal! Setelah 7 jam terguncang-guncang di atas kendaraan dengan supir yang berhenti beberapa kali untuk tidur and cuci muka, gua sampai ke bandara and hampir ga diizinkan untuk check in (telat soalnya). Tapi setelah berkutat dengan petugas beberapa saat akhirnya dikasih izin juga (gila aja kalau ne tiket sampe hangus).

Saat mengantri di gate, gua baru sadar belum ganti celana (gua pake trening and jaket bro! persis orang mau pergi senam pagi). Ah , bodo amat. Udah terlanjur (untung banget gua dianugerahi sifat cuek ga tanggung-tanggung ama yang maha kuasa).

Mau cerita yang lebih heboh? (stttttttttt! Ini pengalaman pertama gua naik pesawat). Gua tanya aja ma orang-orang yang duduk di kanan kiri gua. Mau kemana? Pare itu ada dimana? Seberapa jauh kalau dari Juanda? And sederet pertanyaan lainnya yang bakalan bikin lo pura-pura tidur.

Singkatnya, akhirnya gua sampe di Jakarta, transit dulu sekitar 4 jam-an.

TO BE CONTINUED